Kanker Kolorektal (CRC)

Kanker kolorektal (CRC) terjadi ketika sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan usus besar atau rektum.

 

CRC adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di seluruh dunia, dengan 1,8 juta kasus baru dan hampir 861.000 kematian pada tahun 2018 menurut Badan Kesehatan Dunia – data GLOBOCAN. Data menunjukkan prevalensi CRC pada pria lebih tinggi daripada perempuan.

 

Kanker kolorektal (CRC) terjadi ketika sel ganas (kanker) terbentuk di jaringan usus besar atau rektum. Sebagian besar kanker yang terjadi di usus besar atau rektum adalah adenokarsinoma, kanker yang berasal dari jaringan kelenjar dan merupakan 95% dari semua tumor usus besar. Bagi kebanyakan orang, CRC dimulai sebagai polip pada lapisan dalam usus besar atau rektum dan tumbuh menjadi tumor selama beberapa tahun. Kanker kolorektal metastatik (mCRC) terjadi ketika kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

 

Sebagian besar kanker kolorektal tidak menyebabkan gejala apa pun pada tahap awal, sehingga mereka dapat tumbuh 'diam- diam' selama bertahun-tahun sementara pasien merasa sangat sehat. Ketika gejala klinis terjadi, tumor sering berada pada stadium lanjut.

 

Beberapa pasien mengalami perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit yang tidak dapat dijelaskan). Pasien juga mungkin merasakan sakit dan jika kanker terletak di dekat anus, mungkin ada terlihat darah. Ketika seseorang kehilangan darah dari waktu ke waktu, mereka akan mengalami anemia, atau penurunan jumlah sel darah merah, yang menyebabkan mereka merasa lelah dan lemah. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan merupakan tanda lain kemungkinan adanya sel kanker, namun hal ini tidak hanya terjadi pada kanker jenis CRC.

 

Orang yang didiagnosis dengan kanker kolorektal stadium I memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun awal sebesar 74%, dimana tumor terbatas pada organ. Namun, pada stadium IV, ketika kanker telah menyebar, tingkat kelangsungan hidup lima tahun menurun menjadi hanya enam persen.

 

Pengobatan Kanker Kolorektal

Tingkat kesintasan (survival rate) dari penderita kanker kolorektal sangat tergantung dari tingkatan stadium kanker tersebut terdiagnosa. Bila terdiagnosa di stadium awal, tingkat harapan hidup penderita kanker kolorektal cukup menggembirakan. Bahkan 6% dari penderita yang terdiagnosa di stadium IV bertahan hingga 5 tahun.

 

Stadium akan menentukan keparahan, prognosis dan pengobatan. Terapi kanker kolorektal terdiri dari terapi kuratif dan paliatif.

 

Kanker kolorektal yang sudah metastasis, pilihan pengobatannya adalah paliatif dengan kemoterapi dan terapi target.

 

Pengobatan kanker kolorektal stadium lanjut dengan metastasis adalah pengobatan dengan konsep “Continuum Care“. Artinya, pasien diharapkan dapat diobati oleh berbagai macam terapi atau obat dimulai dari operasi apabila bisa, kemoterapi, hingga dengan terapi target. Semua terapi itu untuk menahan laju pertumbuhan dari sel kanker serta memperpanjang harapan hidup dari pasien kanker stadium lanjut.

 

Regorafenib merupakan satu-satunya pengobatan oral untuk kanker kolorektal bagi stadium lanjut yang sudah refrakter dengan pengobatan standar dan terapi target yang bekerja menghambat beberapa target kinase. Di samping itu, Regorafenib dapat dilakukan sebagai terapi oral tunggal1.

 

Regorafenib mempunyai beberapa keunggulan yaitu sebagai penghambat multi-kinase yang pertama dan satu-satunya yang terbukti dapat mengendalikan penyakit kanker kolorektal2 yang sudah tidak dapat menggunakan pengobatan standar yang ada, berbentuk dalam sediaan oral dengan dosis yang dapat disesuaikan3 dan dipergunakan sebagai pengobatan di lini ke-34 dan memiliki tingkat kontrol terhadap penyakitnya hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan plasebo5.

 

Regorafenib memiliki kelebihan dikarenakan bekerja di dalam sel tumor dimana berbeda dengan target terapi lainnya dengan menghambat pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), pertumbuhan sel tumor (onkogenesis) dan pembentukan sel tumor baru pada organ lainnya (tumor microenvironment).

 

Referensi :
1.    Grothey Lancet/p6/Fig2/;p5/A/) (SmPC/p.13/B,C/p14/Table 5
2.    SmPC/p13/C][Grothey Lancet/p1/A]Lancet/p6/Fig2/;p5/A/] [SmPC/p13/B,C/p14/Table 5
3.    SmPC/p3/A
4.    Schmoll ESMO Guidelines 2012/p2504,2508] [NCCN Gdlns
colon v2.2013/pCOL-C 1] [NCCN Gdlns rectal v3.2013/pREC-E
5.    Grothey Lancet/p5/B] [SmPC/p14/B
6.    https://pharma.bayer.com/en/treatment- care/cancer/colorectal-cancer-crc/

 

Saran untuk pasien : Tubuh bereaksi berbeda terhadap obat-obatan. Karena itu, tidak mungkin merekomendasikan obat mana yang paling cocok untuk Anda. Silakan berkonsultasi dengan Dokter Anda.

 

PP-GEN-ID-0028-1